• Telp/Wa 081252371417
  • peqimaster@gmail.com

Mutu : Mengapa dan untuk apa?

Mutu : Mengapa dan untuk apa?

Autor : Nayamanto NN, SKM, MKM

Mengapa?

  1. Pelanggan, mengasosisasikan mutu dengan barang/jasa yang baik (bahkan melebihi dari yang baik) dan memberikan kepuasan.
  2. Pemberi layanan, memberi arti mutu sebagai produk/jasa yang diberikan sesuai standar atau melebih standar (bahkan mutunya suatu organisasi diucapkan, pokonya kami lebih baik dan lengkap dari sebelah itu)
  3. Pemegang saham, mutu menghasilkan efesiensi, efektifitas dan benefit, Mereka melihat suatu organisasi bermutu apabila memberikan hasil yang sesuai rencana, mampu mengendalikan kerugian dan memberikan manfaat/keuntungan yang sebesar – besarnya.

Perspektif

  1. Pelanggan melihat dan merasakan proses dan menghukum jika tidak sesuai, mereka tidak peduli dengan struktur dan output.
  2. Pemagang saham peduli pada hasil kinerja organisasi, kadang mereka tidak menguasan struktur dan proses
  3. Pemberi layanan, Organisasi pemberi layanan/produk akan bermutu jika pertama – tama pimpinan komitmen pada mutu secara sistem: struktur, proses dan output. Pimpinan dan staf menjalankan proses (pelayanan produk/jasa yang akan diterima konsumen) jika struktur (input) sesuai standar yang diminta dan akan menghasilkan output (hasil kenerja yang akan dinilai oleh pemegang saham).
  4. Perspektif mutu sebagai sistem adalah bagaimana organisasi memandang, terjadi internalisasi, menjaga proses (interaksi) mutu yang terus – menerus, evaluasi dan peningkatan mutu yang berlanjutan, memandang mutu sebagai proses yang berkesinambungan tanpa akhir. Seluruh insan organisasi menyalami (menjadi nilai dan budaya) secara total.

Untuk Siapa?

Abad 21 dikenal dengan abad melinium, abadnya quality improvement atau perbaikan dan peningkatan mutu berkelanjutan. Lalu timbul pertanyaan untuk siapa mutu di abad ini.

  1. Pelanggan, Kepuasan pelanggan menjadi issu sentral sasaran produk/jasa saat ini. perusahan/unit usaha/kantor/badan atau apapun sebutannya bersaing menampilkan keunggulan (excellence). Mereka yang belum operasionalkan mutu sebagai sistem kerja yang utama, sulit bersaing dengan perusahan lain yang telah menjalankan sistem mutu. Pelanggan yang utama. Jika tidak puas, ia pindah kepada pesaingmu dan membawa teman-temannya. Puaskan pelanggan dengan produk/jasa melalui sistem mutu yang total dan kembangkan terus menerus. jadi, fokus pada hasil-fokus pada pelanggan.
  2. Organisasi yang bermutu akan mampu bersaing secara global, meningkatkan percaya diri karyawan, akan membanggakan organisasi dan pengguna jasa/produk. organisasi dengan sistem mutu yang baik akan mendapat kesempatan yang lebih dan keuntungan yang lebih daripada pesaingnya. Bagi organisasi Rumah Sakit yang menjaga mutunya, pasien akan percaya terhadap pelayanan dan pengobatan yang diterimanya. Bagi sekolah dan perguruan tinggi yang bereputasi, siswa/mahasiswa bangga dan akan memperoleh prioritas dalam seleksi untuk diterima menjadi karyawan diperusahan. Bagi restoran, mereka yakin bahwa bahan-bahan makanan tidak membahayakan dan halal untuk dikonsumsi.
peqimaster

One thought on “Mutu : Mengapa dan untuk apa?

Leave your message