• Telp/Wa 081252371417
  • peqimaster@gmail.com

Category ArchiveBerita

Standar Nasional Pendidikan Tinggi

Nayamanto NN, MKM – Performance Excellence Quality Improvement (PEQI)

Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT)

Standar Nasional Pendidikan Tinggi seperti tertera dalam Permenristekdikti Nomor 44 Tahun 2015 terdiri atas:

  1. Standar Nasional Pendidikan;
  2. Standar Nasional Penelitian;
  3. Standar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat.

Tujuan Standar Nasional Pendidikan Tinggi :

  1. Menjamin tercapainya tujuan pendidikan tinggi yang berperan strategis dalam mencerdaskan kehidupan
    bangsa, memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menerapkan nilai humaniora serta pembudayaan dan pemberdayaan bangsa Indonesia yang berkelanjutan;
  2.  Menjamin agar pembelajaran pada program studi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia mencapai mutu sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dalam Standar Nasional Pendidikan Tinggi; dan
  3. Mendorong agar perguruan tinggi di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia mencapai mutu pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat melampaui kriteria yang ditetapkan dalam Standar Nasional Pendidikan
    Tinggi secara berkelanjutan

Kewajiban Perguruan Tinggi terhadap Standar Nasional Pendidikan Tinggi 

  1. Dipenuhi oleh setiap perguruan tinggi untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional;
  2. Dijadikan dasar untuk pemberian izin pendirian perguruan tinggi dan izin pembukaan program studi;
  3. Dijadikan dasar penyelenggaraan pembelajaran berdasarkan kurikulum pada program studi;
  4. Dijadikan dasar penyelenggaraan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat;
  5. Dijadikan dasar pengembangan dan penyelenggaraan sistem penjaminan mutu internal; dan
  6. Dijadikan dasar penetapan kriteria sistem penjaminan mutu eksternal melalui akreditasi

Standar Nasional Pendidikan Tinggi  wajib dievaluasi dan disempurnakan secara terencana, terarah, dan  berkelanjutan, sesuai dengan tuntutan perubahan lokal, nasional, dan global oleh badan yang ditugaskan untuk menyusun dan mengembangkan Standar Nasional Pendidikan Tinggi.

1. Standar Nasional Pendidikan terdiri atas:
a. standar kompetensi lulusan;
b. standar isi pembelajaran;
c. standar proses pembelajaran;
d. standar penilaian pembelajaran;
e. standar dosen dan tenaga kependidikan;
f. standar sarana dan prasarana pembelajaran;
g. standar pengelolaan pembelajaran; dan
h. standar pembiayaan pembelajaran.

2. Standar Nasional Penelitian terdiri atas:
a. standar hasil penelitian;
b. standar isi penelitian;
c. standar proses penelitian;
d. standar penilaian penelitian;
e. standar peneliti;
f. standar sarana dan prasarana penelitian;
g. standar pengelolaan penelitian; dan
h. standar pendanaan dan pembiayaan penelitian.

3. Ruang lingkup Standar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat terdiri atas:
a. standar hasil pengabdian kepada masyarakat;
b. standar isi pengabdian kepada masyarakat;
c. standar proses pengabdian kepada masyarakat;
d. standar penilaian pengabdian kepada masyarakat;
e. standar pelaksana pengabdian kepada masyarakat;
f. standar sarana dan prasarana pengabdian kepada masyarakat;
g. standar pengelolaan pengabdian kepada masyarakat; dan
h. standar pendanaan dan pembiayaan pengabdian kepada masyarakat

Selengkapnya unduh disini permenristekdikti_Nomor_44_Tahun_2015_SNPT

Views on Managers Versus Leaders (Pandangan Pemimpin and Manager)

Nayamanto NN, MKM (peqi)

My definition of a leader…is a man who can persuade people to do what they don’t want to do, or do what they’re too lazy to do, and like it (Definisi saya tentang seorang pemimpin … adalah seseorang yang dapat membujuk orang untuk melakukan apa yang tidak ingin mereka lakukan, atau melakukan apa yang terlalu malas untuk dilakukan, dan menyukainya.) – Harry S. Truman (1884–1972), 33rd president of the United States

You cannot manage men into battle. You manage things; you lead people (Anda tidak dapat mengatur manusia ke dalam pertempuran. Anda mengelola sesuatu; Anda memimpin orang). – Grace Hopper (1906–1992), Admiral, U.S. Navy

Managers have subordinates—leaders have followers (Manajer memiliki bawahan — pemimpin memiliki pengikut). – Chester Bernard (1886–1961), former executive and author of Functions of the Executive

The first job of a leader is to define a vision for the organization…Leadership is the capacity to translate vision into reality (Pekerjaan pertama seorang pemimpin adalah mendefinisikan visi untuk organisasi … Kepemimpinan adalah kemampuan untuk menerjemahkan visi menjadi kenyataan).  – Warren Bennis (1925–), author and leadership scholar

A manager takes people where they want to go. A great leader takes people where they don’t necessarily want to go but ought to (Seorang manajer membawa orang ke mana mereka ingin pergi. Seorang pemimpin yang hebat mengambil orang-orang di mana mereka belum tentu ingin pergi tetapi seharusnya). – Rosalynn Carter (1927–), First Lady of the United States, 1977–1981

 

 

Mutu : Mengapa dan untuk apa?

Autor : Nayamanto NN, SKM, MKM

Mengapa?

  1. Pelanggan, mengasosisasikan mutu dengan barang/jasa yang baik (bahkan melebihi dari yang baik) dan memberikan kepuasan.
  2. Pemberi layanan, memberi arti mutu sebagai produk/jasa yang diberikan sesuai standar atau melebih standar (bahkan mutunya suatu organisasi diucapkan, pokonya kami lebih baik dan lengkap dari sebelah itu)
  3. Pemegang saham, mutu menghasilkan efesiensi, efektifitas dan benefit, Mereka melihat suatu organisasi bermutu apabila memberikan hasil yang sesuai rencana, mampu mengendalikan kerugian dan memberikan manfaat/keuntungan yang sebesar – besarnya.

Perspektif

  1. Pelanggan melihat dan merasakan proses dan menghukum jika tidak sesuai, mereka tidak peduli dengan struktur dan output.
  2. Pemagang saham peduli pada hasil kinerja organisasi, kadang mereka tidak menguasan struktur dan proses
  3. Pemberi layanan, Organisasi pemberi layanan/produk akan bermutu jika pertama – tama pimpinan komitmen pada mutu secara sistem: struktur, proses dan output. Pimpinan dan staf menjalankan proses (pelayanan produk/jasa yang akan diterima konsumen) jika struktur (input) sesuai standar yang diminta dan akan menghasilkan output (hasil kenerja yang akan dinilai oleh pemegang saham).
  4. Perspektif mutu sebagai sistem adalah bagaimana organisasi memandang, terjadi internalisasi, menjaga proses (interaksi) mutu yang terus – menerus, evaluasi dan peningkatan mutu yang berlanjutan, memandang mutu sebagai proses yang berkesinambungan tanpa akhir. Seluruh insan organisasi menyalami (menjadi nilai dan budaya) secara total.

Untuk Siapa?

Abad 21 dikenal dengan abad melinium, abadnya quality improvement atau perbaikan dan peningkatan mutu berkelanjutan. Lalu timbul pertanyaan untuk siapa mutu di abad ini.

  1. Pelanggan, Kepuasan pelanggan menjadi issu sentral sasaran produk/jasa saat ini. perusahan/unit usaha/kantor/badan atau apapun sebutannya bersaing menampilkan keunggulan (excellence). Mereka yang belum operasionalkan mutu sebagai sistem kerja yang utama, sulit bersaing dengan perusahan lain yang telah menjalankan sistem mutu. Pelanggan yang utama. Jika tidak puas, ia pindah kepada pesaingmu dan membawa teman-temannya. Puaskan pelanggan dengan produk/jasa melalui sistem mutu yang total dan kembangkan terus menerus. jadi, fokus pada hasil-fokus pada pelanggan.
  2. Organisasi yang bermutu akan mampu bersaing secara global, meningkatkan percaya diri karyawan, akan membanggakan organisasi dan pengguna jasa/produk. organisasi dengan sistem mutu yang baik akan mendapat kesempatan yang lebih dan keuntungan yang lebih daripada pesaingnya. Bagi organisasi Rumah Sakit yang menjaga mutunya, pasien akan percaya terhadap pelayanan dan pengobatan yang diterimanya. Bagi sekolah dan perguruan tinggi yang bereputasi, siswa/mahasiswa bangga dan akan memperoleh prioritas dalam seleksi untuk diterima menjadi karyawan diperusahan. Bagi restoran, mereka yakin bahwa bahan-bahan makanan tidak membahayakan dan halal untuk dikonsumsi.

Pimpinan : Key Person dalam budaya mutu

Merajut Budaya Mutu

Budaya Mutu dalam Organisasi yang unggul (excellence) adalah Pertama – tama Pimpinan menampilkan nilai – nilai etika dan komitmennya dalam mutu pelayanan yang fokus pada pelanggan, memberi contoh dalam budaya mutu di ikuti bawahannya ikut berkomitmen dan bertanggung jawab dalam perilaku sesuai tugas dan tanggung jawabnya setiap hari.

Launch Web PEQI

Welcome to PEQI Master – Performance Excellence and Qualities Improvement official home page website